MIftahul Khoer Institute

yang tak tersampaikan

Ngerjain Cewek Seberang

leave a comment »

Tadi pagi sekitar jam sepuluh, Nora ke datang Suaka sambil uring-uringan. Katanya dia lagi ‘dapet’ otomatis emosinya rada naik. Maklumlah kalo cewek lagi ‘dapet’ bawaanya marah marah terus, katanya. Kenapa dia kesel banget? Ya mungkin hari ini kan kami: Saya, Nora, Ista sama Maher mau berangkat ke Pare. Mau kursus bahasa Inggris selama beberapa minggu. Jadi segalanya harus dipersiapkan, dari mulai tiket sampe hal-hal yang bersangkutan dengan perjalanan menuju Pare, Kediri.

“si Ista kemana sih? Udah kesini” gertak Nora.

“belum.” Kata saya tidak menggertak.

Gak lama kemudian, Ista datang. Biasa, suasana rada heboh. Ini orang emang riweuh minta ampun. Maklumlah orang seberang gituloh. Selain Ista, maher juga datang ke Suaka. Maher temen satu jurusan ista. Humas. Dia juga berencana pergi ke Pare. Saya baru kenalan sama dia. Baru saja.

Sekarang ini, aku sengaja diam. Maksudnya tidak memberikan sumbangsih apapun untuk masalah pemesanan tiket. Saya sengaja gak mau ikut campur dalam pembelian tiket kereta. Biar mereka yang kesana kemari cari itu tiket. Biarin mereka bilang saya lelaki gak bisa di andalkan. Abis, itulah yang saya harapkan. Mencoba mencari sesuatu yang asyik dan menjengkelkan orang. Terutama orang seberang. Maksudnya orang luar Sunda. Mereka, Ista dan Nora termasuk orang seberang. Sumatra dan Sulawesi.

Selanjutnya, Nora meninggalkan Suaka. Dia berencana pergi ke Griya Ujung Berung. Katanya mau bertemu sama pacar Omnya. Katanya lagi dia mau dikasih uang sekaligus bekal untuk perjalanannya. Bagus deh kalau gitumah, ada cemilan saat nanti di perjalanan.

Saya kasih uang empat puluh ribu perak sama Ista. Biar saya titip tiket sama dia. Emang sih seharusnya saya yang harus pesan tiket. Saya kan laki-laki, jadi harus rela berkorban sama perempuan-perempuan itu. Tapi kan saya sudah bilang kalo saya sengaja tidak ikut berkecimpung dalam masalah pemesanan tiket. Biar saya bisa menulis bagaimana asyiknya membuat bete itu orang-orang seberang.

Mereka udah berangkat menuju Ujung Berung. Selama perjalanan mungkin mereka ngomongin saya. Miko itu nyebelinlah. Gak ada pengorbananlah. Gak bisa diandalinlah. Dan lah lah lainnya.

Gak apa apalah saya dikatain begitu. Mereka ngomongin saya kayak gitu. Saya maafkan. Benerean saya maafkan mereka. Toh yang penting, hari ini saya bisa membuat mereka kesel, itu udah bikin sebuah prestasi buat saya. Karena selama ini mereka keliatan enjoy-enjoy terus, ya apa salahnya mereka saya bikin bete dan kesel. Tapi itu Cuma sementara. Saya gak ada niat buat ngerjain mereka. Cuman buat sebentar aja. Biar bisa bikin kenangan selama pra pemberangkatan.

Suaka 23 Juni 2009 (11:22)

Tunggu kisah selanjutnya.

Advertisements

Written by suaka

June 25, 2009 at 12:58 pm

Posted in Tulisan Bebas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: