MIftahul Khoer Institute

yang tak tersampaikan

Pelajaran Pertama Di Pare, Ngerjain dan Dikerjain

leave a comment »

Kelas yang saya ambil adalah Speaking I dan Elementary Grammar. Saya masuk mulai jam 09:30 untuk Speaking dan 10:00 untuk Elementary Grammar. Hari pertama dari masing-maing kelas adalah kenalan. Setiap peserta maju kedepan dan mengenalkan dirinya sendiri.

Pertama saya masuk kelas yang salah. Saya dikerjain sama anak-anak SMART. Harusnya masuk kelas Speaking I, tapi malah ke kelas lainnya yang berdekatan dengan Speaking I. sudah hampir 20 menit saya berada di kelas lain. Terus kelas sebelah memanggil nama saya.

“Miftahul Khoer…mana?” kata tutor.

“saya sir…” kata saya.

“lo kamu kok di situ. Ini kelas kamu.” Kata dia.

“wah geblek, ada yang ngerjain.” Saya bilang.

Semua orang pada tertawa enak melihat saya di kerjain. Akhirnya saya pindah ke kelas sebelah. Disini orangnya pada malu-malu. Saya satu kelas sama anak anak SMP. Ada juga yang kuliahan. Ada juga yang udah nikah. Tutornya malahan gak sempat sekolah. Hanya tamatan SMP.

Di kelas ini lelaki Cuma bertiga. Perempuannya lebih banyak. Dating dari berbagai pulau dan suku. Kalimantan, Sumatera, Jawa, Makasar dan banyak lagi. Mereka dating ke sini hanya untuk kursus bahasa inggris. Ada juga yang liburan mungkin.

Kelas Speaking udah selesai. Saya masuk Elemantary Grammar sekarang. Kelasnya sedikit nyaman. Dalam ruangan. Kalau tadi, Speaking hanya di luar. Berisik pula. Katanya sengaja, kalau Speaking harus di luar, biar suaranya keras. Keras bapakmu saya bilang dalam hati. Yang ada berisik tau.

Setelah orang-orang maju ke depan. Bagian saya maju ke depan. Memperkenalkan diri. Mulai dari nama, alamat, tempat tanggal lahir sampai status.

“nama saya Miftahul Khoer…panggilan Miko. Saya lahir di Bandung, tiga Maret, tahun delapan tujuh. Sudah ya, assalamualikum.” Saya bilang begitu.

“bentar dulu mas…sekarang kegiatannya apa?” kata tutor.

“kursus di sini.” Kata saya.

“maksudnya, kuliah apa kerja?” kata dia.

Saya bingung mau jawab apa. Untung tadi udah pesen sama Nora, jangan bilang-bilang kalau saya kuliah di BSI. Saya hanya ngaku kalau kuliah di SUAKA Institute.

“saya sedang kuliah di SUAKA Institute Bandung.” Saya bohong.

“jurusan apa mas?” dia nanya.

“jurusan Komunikasi Jurnalistik.” Saya bohong lagi.

Kalau tadi saya di kerjain sama anak-anak SMART, giliran saya sekarang yang ngerjain mereka. Setelah beres kenalan, kan di meja tutor ada segelas air jeruk yang khusus di sediakan untuk tutor, nah saya iseng sama tutornya.

“mas airnya boleh di bawa mas?” kata saya.

“oh monggo monggo.” Kata dia.

Semua anak anak pada tertawa terbahak-bahak melihat saya mengambil minuman punya tutor. Memang bukannya tidak sopan, tapi ini adalah pelajaran hari ini dari Bandung. Soalnya dari kemaren, orang Jawa itu terbilang menguasai, jadi apa salahnya, saya, selaku orang Bandung, Jawabarat, show up sedikit sama mereka kalau saya juga suka bercanda. Ngerti ora ndul!

Pare-Kediri, Asrama Tri Jaya 26 Juni 2009 06:00

Advertisements

Written by suaka

June 26, 2009 at 2:58 pm

Posted in Tulisan Bebas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: