MIftahul Khoer Institute

yang tak tersampaikan

5 October, 2013 20:06

leave a comment »

Beberapa hari lalu, kekasihku sudah menempati Depok. Ia tinggal di sana. Bekerja pada sebuah penerbitan buku-buku sejarah milik sejarawan JJ Rizal. Tampaknya ia senang. Tugasnya mungkin tak terlalu berat. Hanya memposting promosi buku terbitan Komunitas Bambu via twitter.

Saya kebetulan membantu ia pindah. Kamarnya nyaman. Cukup sejuk karena banyak pepohonan di sekitarnya. Cukup murah juga. Hanya sekitar Rp550.000 per bulan. Bangunannya baru. Dan cukup bersih.

Nabilla, kekasihku kini cukup dekat dengan tempatku di Jakarta. Mungkin ini bisa menjadikan aku dan dia bisa intens bertemu. Sebelumnya, saat ia kos di Bandung, mungkin frekuensi pertemuanku hampir setiap bulan. Saya rasa, dia tak kuat dengan kondisi seperti itu. Saya pun demikian, mesti kadang suka jaim tidak memperlihatkan kekangenan yang kuat.

Kini, katanya, ia harus mudik dulu ke Sukabumi. Tempat orangtuanya. Padahal ini malam Minggu. Saya ingin menghabiskan waktu dengannya. Di sebuah tempat yang tak saya kenali. Entah di mana. Mungkin bisa mencari wahana atau tempat wisata sekedar untuk membunuh waktu dan sumpeknya aktifitas kerja. Sayang sekali dia tak ada.

Malam Minggu ini, saya hanya diam di kosan. Dan tumben, tertidur saat waktu masih jam 7 malam. Dan tiba-tiba terbangun pada jam 9 malam. Ujung-ujungnya susah tidur hingga pagi buta.

Love you…

Advertisements

Written by suaka

October 5, 2013 at 8:06 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: