MIftahul Khoer Institute

yang tak tersampaikan

Saya curiga Ada Pengamen Pura-pura Hamil

leave a comment »

Nongkrong di Taman Ismail Marzuki (TIM), tepatnya di gerbang masuk, saya sengaja duduk santai mencari tempat duduk. Saya dibuat pusing ketika banyak pedagang menyediakan aneka makanan. Di sana berjejer gerobak yang menyajikan beragam nasi goreng. Saya tahu, tidak ada nasgor seenak buatan para pedagang di Bandung.

Sepertinya, para pedagang di TIM tidak pandai mengolah racikan bumbu nasgor. Hasilnya tidak enak di lidah. Kalau tidak lapar, saya mungkin tidak akan menghabiskan nasgor yang saya beli. Harganya pun cukup tinggi. 10.000 – Rp12.000 untuk sepiring nasgor biasa.

Tentu saja, banyak anak muda yang juga nongkrong. Mereka sepertinya kalangan mahasiswa atau seniman, bahkan seolah-olah seniman. Yang lebih menarik lagi. Hampir setiap 5 menit, datang para pengamen.

Saya barusan hampir menemukan 3 pengamen yang datang ke tempat lesehan saya makan. Pertama, satu 1 orang pengamen bernyanyi membawakan lagu Republik, Sandiwara Cinta. Kedua, 3 orang anak kecil bermain ukulele dan terakhir seperti satu keluarga. Menariknya lagi. Pengamen yang ketiga tampak seorang ibu hamil dan membawa anak kecil. Sementara si pria, yang memegang gitar, yang saya duga suaminya bertugas sebagai pemain gitar. Si ibu yang hamil itu bernyanyi dan si anak kecil bagian yang mengambil uang.

Saya sedikit mengamati bentuk si ibu yang hamil. Saya curiga ketika saya lihat perut hamilnya yang seolah palsu. Ada beberapa bagian yang tidak lazim dari perut si ibu. Yakni kerutan pada perut buncitnya. Seolah badan hamilnya dibuat-buat.

Ini bukan kali pertama saya menemukan pengamen yang tengah hamil. Beberapa kesempatan saya juga pernah melihat pengamen seorang ibu hamil beserta suaminya. Dalam hati, saya bilang ini modus terbaru pengamen yang sengaja membuat orang kasihan padanya.

Dan memang ternyata manjur. Beberapa orang yang makan di TIM bahkan rela merogoh kocek memberikan uang pada pengamen pura-pura hamil itu dibandingkan kepada pengamen lain. Ah ini benar-benar modus. Saya, kamu dan kalian harus hati-hati dengan akal-akalan pengamen seperti ini.

Advertisements

Written by suaka

October 6, 2013 at 3:43 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: