MIftahul Khoer Institute

yang tak tersampaikan

Termakan Cemburu

leave a comment »

Hari ini kenapa saya sangat cemburu sama dia. Awalnya saat ngetik berita buat dotcom, aku tanya dia “lagi apa?” Dia jawab lagi mau jalan-jalan. Katanya jalan nganterin barang sama temen sepekerjaannya. Sampai kirim fotonya segala, cowok.

Sebetulnya gak usah kirim foto segala. Toh saya cuma nanya jalan sama siapa. Tapi saya menangkap ada yang berbeda. Dan, mungkin karena saya panik, saya jadi berpikiran ke mana-mana. Tapi biarlah, saya percaya dia jalan sama temennya. Lagian hari libur juga.

Sabtu, 9 November 2013 sebetulnya saya niatkan buat seharian menulis laporan yang belum aku buat. Tetapi mendadak karena hal sepele itu mood jadi berubah. Pikiran terus mengawang-ngawang. Saya sendiri malas bawel nanya ini-itu.

Selang beberapa jam, dia bbm. “Aa di kosan aja?” Katanya. “Mau ke IBF,” jawab saya. Dan entah kenapa dia langsung menjawab dengan nada panik, dan lagi-lagi ini mungkin saya terlalu suudzon. “Kapan? Ktm disana ya. Macet bgt lah ini mau ke k kramat pulo… Rrrgh. Kirain ada liputan,” katanya lagi.

Tapi entah kenapa saya malas dan urungkan niat untuk ke IBF (Indonesian Book Fair) di Senayan. Jadinya, menulis gak ada satupun yang kelar. Cuma nonton seharian saja film yang ada di netbook.

Hingga dia menelpon sekitaran magrib untuk datang ke senayan. Tapi tetep saya malas untuk beranjak. Sehabis sholat magrib, saya keluar mencari makan. Sesudah seharian perut belum terisi sama sekali. Saya ketemu Galih, temen di Bisnis Indonesia wartawan IT tengah memesan nasi goreng. Dan saya sekalian pesan sebungkus mie goreng.

Saya menawarkan diri untuk menyantap makanan di kosannya. Dan entah kenapa sejak sore blackberry tiba-tiba ngadat. Jaringan hilang, hanya muncul SOS saja. Meskipun sebelumnya ponsel pintar ini suka restart sendiri. Hingga beberapa kali saya bongkar pasang sim card.

Dan, sekitar pukul sembilan malam, ternyata BB sudah kembali muncul sinyal. Dua BBM masuk dari dia. “Di mana?” Katanya. “Di kosan,” jawab saya.

“Gak ketemu dulu?”
“Skrg dmn?”
“Stasiun sudirman”
“Minggu depan aja ya ketemunya”
“Knp sih? Aa jahat bgt….”
“Gpp lg ga mood aja”
“Bentar aja. Aku udah terlanjur ngomong kalo ga ktm skrg ga mau ktm a lg” “Yaudah tunggu bentar”

Setelah makan, dan sebelumnya berbincang tentang pekerjaan sama Yodie dan Amri, yang sama-sama satu kosan sama galih. Saya minta Yodie untuk mengantar ke Stasiun Karet. Saya benar-benar tidak menyangka jika dia pulang ke Depok naik KRL. Karena, sebelumnya dia pergi bersama anak Kobam.

Hingga akhirnya saya temui dia sedang berkaca-kaca kecapekan. Dia menunggu saya dari magrib. Sampai-sampai dia berjalan kaki hingga ke suatu tempat. Jujur, saya benar-benar menyesal dan merasa bersalah dengan kejadian hari ini. Saya merasa bodoh karena terlalu suudzon dan berpikir yang tidak-tidak.

Entah apa yang dia rasakan ketika saya mencampakan dirinya. Sampai, ketika kami berdua bertemu pun tak ada komunikasi. Saya kikuk dan merasa sangat bersalah. Yang paling fatal, dia sms sebelumnya beberapa ke nomor axis. Dan saya tidak membacanya.

Maaf, sayang… Ini benar-benar kesalahan fatal.

Advertisements

Written by suaka

November 12, 2013 at 9:21 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: